Mengenal Tipe Penyakit Hepatitis B

Seperti yang telah banyak diketahui masyarakat umum bahwa hepatitis merupakan penyakit yang menyerang hati atau hepa. Namun ada banyak jenis dari hepatitis yang sering menjadi rancu bagi mereka yang kurang mengetahuinya. Salah satu jenis yang paling banyak diderita adalah tipe hepatitis B dimana penyakit ini adalah penyakit yang ditularkan dari virus hepatitis B atau HBV. Bagi penderita hepatitis B, gejala awalnya tidak terlalu kelihatan sehingga sulit dibedakan dengan manusia normal lainnya. Sayangnya ketika gejala sudah mulai nampak, hal tersebut berarti hepatitis sudah sampai ke tahap yang lebih serius dan harus segera diobati sebelum menyebabkan komplikasi penyakit lainnya.

Menurut riset departemen kesehatan, di Indonesia saat ini terdapat 28 juta pasien hepatitis B dimana 10% diantaranya memiliki resiko menjadi lebih parah seperti sirosis dan kanker hati. Angka ini juga turut menyumbang penderita hepatitis B di dunia yang hingga kini sudah mengakibatkan 680 ribu orang meninggal setiap tahunnya. Untuk menanggulangi penyakit hepatitis ini, terlebih dahulu perlu diketahui apa saja gejala yang umumnya dirasakan oleh penderita penyakit hepatitis B yaitu:

  • Kulit dan mata berwarna kekuningan.
  • Nyeri di bagian perut bawah yang menyebabkan rasa mual dan muntah.
  • Nyeri di seluruh tubuh.
  • Pilek yang tak kunjung sembuh.
  • Sakit kepala.
  • Rasa lelah yang tak habis-habis.

Karena di sebabkan oleh virus, penyakit hepatitis B ini bisa menular dari satu pengidap ke orang sehat lainnya. Anda perlu mengetahui cara penularannya untuk menghindarkan diri dari infeksi tersebut yaitu:

  • Kontak seksual dengan penderita hepatitis B ataupun berganti-ganti pasangan tanpa pengaman.
  • Berganti-ganti menggunakan jarum suntik yang sama misalnya pada pengguna narkoba atau penyuka tato.
  • Kontak dengan jarum suntik secara tak sengaja yang terlebih dahulu digunakan oleh penderita hepatitis B.
  • Ibu hamil pada janin yang dikandungnya.

Penyakit hepatitis ini sendiri masih dibagi lagi menjadi 2 yaitu hepatitis B akut dan kronis. Disebut akut jika virus ini hanya bertahan selama 1 bulan saja didalam tubuh karena dapat dihilangkan dengan sistem imun tubuh yang maksimal. sedangkan hepatitis kronis merupakan penyakit hepatitis yang menetap lebih dari 6 bulan dan mengakibatkan gangguan hati lebih lanjut seperti sirosis. Sirosis merupakan peradangan pada hati dalam jangka waktu panjang yang menyebabkan fungsi hati untuk melakukan penyaringan racun, memproses nutrisi dan hormon akan melambat.

Untuk pengobatan pada penderita hepatitis A lebih ditekankan pada pengurangan gejala rasa sakit yang diderita serta memberikan kenyamanan dan peningkatan sistem imun sehingga virus akan cepat dimusnahkan. Namun untuk pengobatan penderita hepatitis B akan lebih ditujukan agar virus semakin lambat dalam berkembang serta mengobati bagian hati yang sudah mulai rusak.

Tindakan yang paling tepat untuk mencegah penularan penyakit ini adalah dengan melakukan vaksinasi terutama di awal-awal kehidupan manusia. Vaksin hepatitis B diberikan pada bayi yang baru lahir, lalu saat ia berusia 1 bulan dan diulang ketiga kalinya saat bayi berusia 3 hingga 6 bulan. Selain ketika berusia masih bayi, bagi mereka yang sudah dewasapun bisa mendapatkan vaksinasi hepatitis B terutama bagi mereka yang memiliki resiko tinggi terinfeksi seperti para petugas kesehatan, penderita penyakit hati kronis, penderita penyakit ginjal serta anggota keluarga yang tinggal satu rumah dengan penderita hepatitis B.

Rujukan: RS Mitra Keluarga

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *